Jumat, 30 September 2011

Etika Berpakaian yang baik

Manusia membutuhkan pakaian (sandang) untuk memenuhi kebutuhan hidup pokok dasar sehari-hari di samping kebutuhan akan tempat tinggal (papan) dan makanan (pangan). Pakaian dapat memberikan keindahan, proteksi dari penyakit, kenyamanan, dan lain sebagainya. Tanpa baju/pakaian dapat mengakibatkan seseorang dikatakan gila.

Etika Dalam Berpakaian

1. Menutup Aurat Bagian Tubuh

Saat ini banyak kita jumpai gadis dan wanita yang tidak menutup aurat dengan bajunya, sehingga dapat memunculkan rangsangan kepada kaum laki-laki yang melihatnya. Ada banyak pilihan pakaian yang tertutup dan sopan yang bisa digunakan tanpa mengurangi kecantikan perempuan. Seharusnya pemerintah memberikan teguran dan hukuman bagi orang-orang yang mengumbar tubuhnya.

2. Sesuai Dengan Tujuan, Situasi dan Kondisi Lingkungan

Jika ingin sekolah gunakanlah pakaian seragam sekolah, bukan pakaian untuk tidur (piyama), renang, kerja, dan lain-lain. Apabila suhu di luar rumah sangat dingin, gunakanlah jaket yang tebal, bukan memakai pakaian tipis.

3. Tampak Rapi, Bersih, Sehat, dan Ukurannya Pas

Pakaian yang dipakai sebaiknya pakaian yang telah dicuci bersih, disetrika rapi dan jika dipakai tidak kebesaran maupun kekecilan. Pakaian yang kotor merupakan sarang penyakit bagi kita diri sendiri maupun kepada oang lain yang ada di sekitarnya.

4. Tidak Mengganggu Orang Lain

Pakailah baju-baju yang biasa-biasa saja tidak mengganggu akivitas maupun kenyamanan orang lain. Misalnya menggunakan gaun wanita dengan ekor puluhan meter sangat tidak pantas jika kita gunakan di tempat seperti di bus umum.

5. Tidak Melanggar Hukum Negara dan Hukum Agama

Sebelum memakai pakaian ada baiknya diingat-ingat dulu hukum di dalam maupun di luar negeri. Hindari memakai pakaian yang bertentangan dengan adat istiadat, hukum budaya yang berlaku di tempat tersebut. Di mana bumi di pajak, di situ langit di junjung.

Wahai perempuan muslimah, melalui tulisan ini saya mencoba untuk saling mengingatkan. Dan bukan berarti saya menggurui, saya hanya ingin menyampaikan cara berpakaian muslimah baju muslim yang benar menurut Al-Quran dan Al-Hadist. Dalam bukunya ” Jilbab Al-Mar’ah Al-Muslimah fil Kitabi was Sunati.”, Syeikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani menjelaskan menurut Al-Quran dan Al-Hadist, bahwa jilbab itu harus memenuhi 8 syarat :
  1. Menutup seluruh badan selain yang dikecualikan.( QS.An-Nur : 31, Al-Ahzab : 59 ).
  2. Bukan berfungsi sebagai perhiasan.( QS. An-Nur : 31, Al-Ahzab : 33 )
  3. Kainnya harus tebal, tidak tipis. ( HR. Abu Dawud )
  4. Harus longgar, tidak ketat, sehingga tidak menggambarkan sesuatu dari tubuhnya. ( HR. Al-Baihaqi, Abu Dawud, dan Ad-Dhiya )
  5. Tidak diberi wewangian atau parfum.( HR. An-Nasa’i, HR. Muslim )
  6. Tidak menyerupai laki-laki. ( HR. Abu Dawud, HR. Ahmad, HR. Nasa’i, Hakim, Baihaqi dan Ahmad )
  7. Tidak menyerupai pakaian wanita kafir. ( HR. Ahmad, HR. Muslim, HR. At-Tabrani )
  8. Bukan libas syuhrah ( pakaian popularitas ). ( HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah )

Itulah 8 syarat pakaian wanita muslimah berpaikaian baju muslim. Pertanyaannya sekarang, apakah ukhti sudah memenuhi itu semua ? Atau bahkan ukhti belum berjilbab/masih menampakkan auratnya ?( Astaghfirullah, Na’udzubillah ). Ingat berjilbab itu kewajiban bukan sunnah atau lainnya, jadi tidak benar jika berjilbab itu menunggu kesiapan. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Semoga Allah melimpahkan rahmad, hidayah serta ridhlo Nya pada kita semua. Amin……



Minggu, 03 April 2011

tulisan b.indonesia

Cinta …

Kata yang benar-benar indah ..

Kata yang penuh makna ..

Kata yang membuat hidup berwarna ..

Cinta ..

Hadir dalam kehidupan manusia ..

Yang mewarnai hari-hari ..

Yang menyertai setiap waktu ..

Cintalah yang dapat membuat

Kehidupan lebih berarti ..

Perjalanan hidupku akan disertai ,

Oleh cinta ..

Mengapa harus ada cinta dalam kehidupan ??

Cinta itu buta ..

Semua orang tak dapat mencegah hadirnya cinta ..

Aku pun tak tahu kapan hadir dan

Pergunya cinta ..

Aku hanya bisa mengatakan bahwa cinta akan sekaku menyertai …

Jumat, 01 April 2011

tugas karikatur 4

Gambar ini menunjukkan bahwa Negara-negara yang tertera diatas adalah Negara-negara hokum yang dapat dibayar, terlihat di gambar tampak tangan besar dengan gambar uang dollar, tangan besar itu dimaksudkan dengan orang yang memiliki kekayaan lebih dapat membeli hokum dengan sesuka hati.

Seperti gayus tambunan yang harusnya dia berada dalam jeruji besi untuk menebus kesalahannya, namun apa yang ditemukan sekarang ini, dia dapat berkeliling dunia dengan sesuka hati.

Benar-benar hukumk di Indonesia tak bias ditegakkan dengan benar, sehingga masih bias dikelabui oleh orang macam gayus tambunan itu.

tugas karikatur 3

gambar diatas mencerminkan bahwa UN adalah proyek para pejabat yang berkecimprung di bidang pendidikan , padahal sudah jelas banyaknya murid-murid yang tidak lulus dan drop karena hal ini, mereka menuntut ilmu selama 3 tahun hanya berakhir dalam kurun waktu kurang dari 2 jam. Sungguh hal yang sangat menyedihkan.

tugas karikatur 2

Dari gambar terlihat , si anak tampak kebingungan , apakah dia akan mendapatkan ijazah tanpa ilmu , atau ilmu tanpa ijazah. Di zaman sekarang pendidikan di Indonesia cukup memprihatinkan, ijazah dapat di beli tanpa menuntut ilmu , semua terjadi karena kurangnya perhatian dari para pejabat yang mengumbar janji akan memperhatikan dunia pendidikan .

tugas karikatur 1

Dari gambar diatas terlihat perbedaan yang cukup jauh . Dan dari gambar pun menunjukkan bahwa pendidikan di Indonesia masih minim sekali perhatiannya.

Gedung sekolah terlihat sudah hancur , sedangkan gedung DPR/MPR , terlihat begitu megah . Pemerintah pun masih memerlukan pertimbangan untuk merenovasi gedung sekolah yang tujuannya sudah diketahui untuk menuntut ilmu .

Sungguh miris dan memprihatinkan , keadaan seperti ini . Mestinya para dewan malu melihat keadaan seperti ini.

pengharapan .

Ku telusuri hidup ini,

Dengan senyuman, canda, dan tawa ..

Meski aku tahu bahwa hidup ku,

Takkan lama lagi ..

Aku berusaha agar orang lain,

Bisa bahagia, tak seperti aku ..

Yang tersenyum diatas penderitaan aku sendiri ..

Aku harus menanggung beban ..

Menahan rasa sakit,

Dan menyimpan rasa pilu ,

Namun ku lalui dengan senyuman ..

Aku anggap semua beban itu,

Tak ada lagi di hidupku ..

Namun, aku tak bias

Karena beban itu sudah menyatu dalam diriku ..

Aku merasa kemanapun aku pergi ..

Beban itu selalu ada ,,

Hadir disaat kebahagiaan mulai terlihat ..

Cahaya emas , sinar kebahagiaan telah terlihat ..

Namun aku tak dapat meraihnya ..

Itu semua karena beban yang harus aku tanggung ..

Mengapa harus aku yang menanggung beban ini ??