Rabu, 02 Maret 2011

Kekuatan cinta

Ini adalah sebuah cerita tentang kekuatan cinta.ada sepasang kekasih yang sedang terbuai oleh asmara.Hubungan mereka sudah hampir berjalan sekitar 2tahun yang lalu.Bermula dari pertemuan yang tak disengaja,mereka berjumpa di suatu tempat yang benar-benar romantis.

Setelah saat itu sepasang kekasih itu menyatakan bahwa mereka menunjukkan keseriusan atas hubungan mereka.Sepasang kekasih itu menjalani hubungan mereka dengan sukacita,namun pada suatu hari sang wanita divonis oleh dokter bahwa dirinya mengidap suatu penyakit yang begitu parah.Dan karena penyakitnya itu menuntutnya untuk mengikuti terapi rutin.

Suatu penyakitnya kambuh disaat ia bersama sang kekasih,sang wanita tak ingin bila sang kekasing mengetahui tentang penyakitnya ini,akhirnya ia berusaha menahannya meski sakit yang ditimbulkan oleh penyakit itu.Kondisi wanita itu semakin lama semakin memburuk,dan mengharuskannya untuk dirawat inap.Sang kekasih pun berusaha mencari dimana sebenarnya pujaan hatinya.Namun beberapa bulan kemudian ia menemukan dimana sang pujaan hatinya itu.Ia menemukan sang pujaan hatinya di suatu tempat dimana pujaan hatinya itu sedang tergolek lemah tak berdaya,diatas tempat tidur dengan balutan sehelai kain berwarna hijau yang menutupi semua tubuhnya.

Ia pun masuk ,langsung memeluknya dengan erat.Tetes airmatapun tak terasa menetes.dan akhirnya sang pria mengatakan “Maukah kau menikah denganKu?”,dan sang wanita pun menjawab,”Aku mau”.Akhirnya pernikahan mereka diselenggarakan di saat itu juga.hidup merekapun bahagia.

Sahabat Sejati

Ada dua orang siswi yang menjalin persahabatan selama belasan tahun.Sepasang sahabat itu masing-masing bernama Cahya dan April.Meskipun mereka beda sekolah tapi mereka masih bisa menjalin persahabatan dengan baik.Pada suatu ketika Cahya menyukai seorang laki-laki yang ternyata teman dari April dan inilah saat dimana persahabatan mereka diuji.

Laki-laki yang disukai oleh Cahya bernama Andy.Selang beberapa bulan kemudian Cahya menjalin hubungan dengan Andy.April pun mulai menjauhi Cahya dengan perlahan-lahan,Cahya pun mulai bingung mengapa sahabatnya menjauhinya setelah dia menjalin hubungan dengan Andy.

Pada saat itu Cahya mulai mencari sebab mengapa April menjauhinya.Berhari-hari Cahya mencari tahu tentang itu,Akhirnya Cahya pun tahu,ternyata April tidak menyukai hubungannya dengan Andy.Yang disebabkan karena April menyukai Andy,Cahya pun terkejut dengan pernyataan yang diucapkan oleh seseorang yang menbantunya mencari tahu tentang ini.

Cahya pun datang menemui Andy,dan menyuruhnya untuk menemui April.Andy pun bingung mengapa Cahya menyuruhnya untuk menemui April.Cahya pun menjelaskan kepada Andy tentang masalahnya dengan April.Setelah itu Andy pun menolak permintaan Cahya karena menurutnya itu akan membuat dirinya dan Cahya sakit hati.Cahya pun memohon kepada Andy agar ia mau menemui April dan mengatakan bahwa ia menyukai April.Akhirnya Andy pun melakukan itu semata-mata karena ia sangat menyayangi Cahya.

Saat itu juga Cahya menghilang begitu saja,April dan Andy pun menjalin hubungan.Meskipun April mengetahui kalau Andy tak pernah mencintainya.April yakin dengan seiring waktu Andy akan mencintainya.Namun Andy pun tetap berusaha untuk mencari dimana Cahya.April pun mulai lelah dengan sikap Andy yang selalu tak memperdulikannya dan mulai membanding-bandingkan dirinya dengan Cahya.

Akhirnya Andy mengatakan bahwa Cahya lah yang menyuruhnya agar dia mau menjadikan April kekasih.April kaget mendengar ucapan yang baru saja ia dengar.April pun menangis dan menanyakan mengapa Cahya mau melakukan itu demi dirinya.Andy pun menceritakannya,Cahya melakukan ini karena Cahya sangat menyayanginya,ia tak mau persahabatan yang selama ini terjalin hancur begitu saja hanya karena ia menyayanginya.

Beberapa saat kemudian April pun sadar kalau sikapnya pada waktu itu sangat egois.Dan April meminta pada Andy agar ia mau menemaninya mencari Cahya.Andy pun mau menemaninya untuk mencari Cahya.

Berhari-hari,berminggu-minggu April dan Andy mencari Cahya.Dan akhirnya mereka menemukan dimana Cahya tinggal.Mereka terkejut,saat mereka mengetahui bahwa Cahya telah meninggalkan mereka untuk selama-selamanya.Ternyata selama ini Cahya mengidap penyakit yang cukup parah.Andy pun menangis diatas tempat peristirahatan terakhir Cahya.April pun tak kuasa meneteskan air mata dan terus menyalahkan dirinya.Akhirnya April pun menyadari bahwa Cahya lah sahabat sejatinya.

Nana

Ini dalah kisah hidup nyata dari seseorang yang bisa dibilang dapat diambil hikmahnya atau teladannya.Katakanlah dia bernama Nana,dia adalah salah satu mahasiswi Universitas Swasta di bilangan Jakarta Pusat. Jika kita melihatnya tampak tak terjadi sesuatu atau tampak biasa saja,namun kalau kita telusuri lebih jauh siapa dia,kita akan mengetahui ada apa dibalik keadaannya itu.

Nana dikenal cukup baik di sekitar rumahnya, ia juga dikenal cukup pintar di sekitar kampusnya.Teman-temannya juga mengenalnya adalah sosok cewek yang benar” pantas untuk dikagumi. Orang tua dan semua teman-temannya tak ada yang menyangka kalau dibalik senyumannya yang tampak ramah ada sesuatu yang benar-benar berat yang harus ia tanggung.

Ternyata Nana mengidap suatu penyakit yang cukup parah,tapi ia tak pernah mengeluh kalau dia mengidap suatu penyakit.Jangan kan mengeluh ia tak pernah menunjukkan jika dia mengidap suatu penyakit yang benar-benar berat. Dokter sudah memvonis dirinya bahwa banyak penderita penyakit itu yang akhirnya tak dapat hidup lama. Tapi hatinya tak merasa takut sedikitpun.Sampai suatu ketika ia mengalami kecelakaan yang membuatnya harus menerima keadaan,terpaksa kedua kakinya lumpuh permanent. Diapun harus menggunakan kursi roda, meskipun begitu ia tak pernah putus asa.Dia tetap melanjutkan aktivitasnya seperti biasa. Nana sering membantu orang-orang yang ada disekitarnya jika mereka membutuhkan bantuan.

Pada suatu ketika,penyakitnya mulai membuatnya harus terdiam di rumah. Nana tak dapat melakukan apapun karena penyakit yang diderita semakin parah, hingga membuat dirinya tergolek lemah di atas tempat tidur. Seminggu telah berlalu akhirnya , Sang Pencipta mengambilnya dalam keadaan tersenyum.

tugas karikatur

Dari gambar diatas terlihat perbedaan yang cukup jauh . Dan dari gambar pun menunjukkan bahwa pendidikan di Indonesia masih minim sekali perhatiannya.

Gedung sekolah terlihat sudah hancur , sedangkan gedung DPR/MPR , terlihat begitu megah . Pemerintah pun masih memerlukan pertimbangan untuk merenovasi gedung sekolah yang tujuannya sudah diketahui untuk menuntut ilmu .

Sungguh miris dan memprihatinkan , keadaan seperti ini . Mestinya para dewan malu melihat keadaan seperti ini.

Kamis, 25 November 2010

" BUICK menuntut para pelanggan "

kali ini saya akan menganalisa studi kasus sebagai tambahan nilai tugas kuliah yang saya jalani sebagai berikut
Dalam kasus buick menuntut para pelanggan yang disusun oleh carol hisey yang bereferensikan :
1. james fanigan "whit little room,GM turns it self around." los angeles times, 4 februari 1996 hlm,D1
2. steve gelsi, "GM looks to consilidate buick." Brandweek,11 maret 196 hlm .8

terdapat 3 pertanyaan terhadap kasus tersebut
  1. sebutkan masalah yang dihadapi buick pada tahun 1980-an.!
  2. bahaslah konsep-konsep konsumen dari bab ini yang berlaku pada kasus !
  3. lakukanlah analisi aplikasi manajerial dari kasus,bahaslah strategi manajerial yang dikembangkan buick dan bagaimana hubungannya dengan konsep konsumen yang diidentifikasiakasi.!



maka analisis saya:
1. sebutkan masalah yang dihadapi buick pada tahun 1980-an.!
General motors pada tahun 1980-an mengalami masalah dimana mereka kehilanagn pangsa pasarnya yaitu setengah yang turun sebesar 35,6 persen dari 55 persen hal ini akibat kualitas dikorbankan seperti mobil dalam lini produksi dengan pekerjaan pengecatan yang tidak baik,panel body yang kurang cocok,dan jendela yang tak mau berdiri,sehinnga survei menetapkan buik diddalam daftar terbawah ,Sebagai penemuan masalah ini,para pembeli tradisional Buick (para professional berdasi 45 tahun keatas) meninggalkan merek yang patut dibanggakan ini dan para pembeli yang muda tak pernah bisa terwujud.


2. bahaslah konsep-konsep konsumen dari bab ini yang berlaku pada kasus !
Dalam kasus ini tidak lepas dari proses pilihan konsumen dengan garis besar sebagai berikut
I. pilihan dengan keterlibatan tinggi
A . model kompensatori (misalnya ; model fishbein)
B . model bertahap
II model dengan keterlibatan rendah
A . peraturan konjungtif
B . peraturan disjungtif
C . penghapusan oleh aspek-aspek
D . peraturan leksikografik
E . Heuritis frekuensi
III proses pilihan pengalaman
A . pembelian kesetiaan merek
B . heuristic referal-pengaruh
C . pembelian implusif
IV proses pilihan yang tidak dapat dibandingkan

V pilihan toko

oleh karena itu saya akan menjabarkannya secara singkat;
* model kompensatori (misalnya ; model fishbein): orang menganalisa setiap alternatif dengan cara evaluatif yang luas sehingga penilain yang tinggi atas salah satu atribut dapat mengkompensasi penilaian rendah atas atributnya

*peraturan konjungtif : dimana konsumen menetapkan jalan pintas minimum atas setiapatribut yang ingin diselidikinnya.

*peraturan disjungtif : menyerupai peraturan konjungtif karena standar minimum ditetapkan untuk setiap atribut yang dipertimbangkan dan alternatif dievaluasi terhadap atribut

*penghapusan oleh aspek-aspek : pilihan dicapai melalui suatu proses hirarkis dimana alternatif dibandingkan dengan atribut yang paling penting bagi pengambilan keputusan

*peraturan leksikografik: mempunyai kesamaan yang kuat dengan pendekatan penghapusan oleh aspek

*Heuritis frekuensi : bahwa bila konsumen berada dalam keadaan keterlibatan rendah ,maka pilihan dapat dipengaruhi oleh "jumlah stribut positif dan negatif yang berhubungan dengan suatu merek atau oleh jumlah dimensi dimana salah satu merek melebihi yang lainnya".


*pembelian kesetiaan merek : memperngaruhi pilihan konsumen melalui proses afeksi referal


*heuristic referal-pengaruh : mendasarkan pilihannya pada tanggapan emosi keseluruhan terhadap alternaif


*pembelian implusif : pembelian dilakuan dengan sedikit pengendalian kognitif dan sebagian besar terjadi secara otomatis


Bila konsumen merasa tidak puas dengan suatu produk atau jasa, apa yang mereka lakukan? Perilaku keluhan konsumen (consumer complaint behavior) adalah istilah yang mencakup semua tindakan konsumen yang berbeda bila mereka merasa tidak puas dengan suatu pembelian. Para peneliti mengidentifikasi lima perilaku keluhan umum, yaitu:
  • Menghadapi pengecer dengan cara tertentu.
  • Menghindari pengecer yang sama dan membujuk teman-teman serta keluarganya, untuk menghindari pengecer yang sama.
  • Mengambil tindakan terbuka yang melibatkan pihak ketiga (misalnya, melancarkan tindakan resmi untuk memperoleh ganti rugi).
  • Memboikot perusahaan atau organisasi.
  • Menciptakan organisasi alternatif untuk menyediakan barang atau jasa.
3. lakukanlah analisi aplikasi manajerial dari kasus,bahaslah strategi manajerial yang dikembangkan buick dan bagaimana hubungannya dengan konsep konsumen yang diidentifikasiakasi.!

identifikasi masalah
kasus membahas suatu artikel yang disusun oleh carol hisey mengenai Buick dalam general motors,masalh dapat dinyatakan sebagi berikut,bagaimana konsumen mengevaluasi dan menentukan pilihan diantara mobil Buick dan informasi apa yang harus diberikan dalam artikel untuk membantu konsumen dalam proses keputusan?


analisis perilaku konsumen dan implikasi manjerialnya
konsumen diamerika saat itu mengingkan sebuah kendaraan mobil yang luas,mudah dikemudikan,dengan kekuatan yang baik dan hemat bahan bakar dan manjerialnya menjawab tantang tersebut mengingat ia mengetahui bahwa perusahaan menjual sebuah supermarket merek dengan citra yang sangat beragam ,sehingga masyrakat tidak tahu dengan tepat apa yang diharpakn dari sebuah Buick dan kembali menata masalah semenjak 1980-an tentang kulitas karena ia menganggap Buick sebagai "mobil amerika premium"(khas,kokoh,kuat dan matang).


proses pilihan konsumen
karena membeli sebuah mobil dibutuhkan keterlibatan karena banyak merek yang tersedia,konsumen cendrung untuk menggunakan proses pilihan bertahap,yaitu pertama-tama dapat menggunakan model konjungtif untuk mempersempit pilihan dan kemudian menggunakan model kompensatori untuk memutuskan dari antara pilihan yang tersisa ,sedangkan adapun masalah yang mempengaruih konsumen dan reaksi perusahaan dalam menanggapi keluhan konsumen sebagi berikut ;

*Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keluhan Konsumen
Sejumlah faktor yang mempengaruhi apakah konsumen mengeluh atau tidak telah diidentifikasi. Sebagaimana telah dijelaskan pada bagian pertama, salah satu di antaranya adalah jenis produk atau jasa yang terlibat. Faktor-faktor lainnya adalah biaya dan arti sosial produk. Beberapa penulis menyatakan bahwa kemungkinan perilaku keluhan meningkat bila:
  1. Tingkat ketidakpuasan meningkat.
  2. Sikap konsumen untuk mengeluh meningkat.
  3. Jumlah manfaat yang diperoleh dari sikap mengeluh meningkat.
  4. Perusahaan disalahkan atas suatu masalah.
  5. Produk tersebut penting bagi konsumen.
  6. Sumber-sumber yang tersedia bagi konsumen untuk mengeluh meningkat.
*Reaksi Perusahaan Terhadap Keluhan Konsumen

Sesuatu yang agak mengherankan adalah ditemukan bahwa beberapa perusahaan tidak melakukan usaha sistematis untuk menyelidiki luasnya kepuasan / ketidakpuasan dengan produk atau jasa yang dikonsumsi konsumen.

Bayangkan seberapa puaskah konsumen dengan produk yang mereka gunakan. Terdapat beberapa perusahaan yang berorientasi pada konsumen melakukan usaha-usaha khusus dalam menelusuri kepuasan / ketidakpuasannya. Pemakaian nomor saluran langsung konsumen untuk tujuan ini menjadi semakin popular. Procter & Gamble, Whirpool, dan 3M merupakan perusahaan-perusahaan yang menggunakan nomor bebas pulsa secara efektif.

Para manajer harus mempunyai mekanisme untuk menangani keluhan konsumen. Nomor bebas pulsa merupakan salah satu cara yang sangat efektif dalam menangani keluhan. Selain itu, perusahaan harus menetapkan semacam ganti rugi untuk keluhan konsumen yang sah.
Bila hal ini tidak dilakukan dengan keliru, perusahaan harus bekerja keras untuk memutuskan hubungan antara perusahaan dan peristiwa negatif.

Beberapa pendekaan sangat mungkin diterapkan dalam situasi ini.
Pertama, perusahaan dapat menolak keterlibatan (yaitu, kami tidak melakukannya). Kedua, perusahaan dapat menghindari kesalahan dengan menimpakannya kepada orang lain.
Ketiga, perusahaan dapat memberikan penjelasan atas peristiwa dan mengidentifikasi keadaan yang terjadi. Perhatikan bahwa pada kasus ketiga perusahaan tidak menolak semua tanggung jawab, tetapi, ia mendorong konsumen untuk membuat atribusi eksternal yang lebih kuat atas peristiwa yang terjadi dan bukan menyalahgunakan seluruh masalah kepada perusahaan.

Salah satu studi riset yang menarik menganalisis reaksi perusahaan terhadap keluhan perusahaan dan, selain itu, membiarkan konsumen mengevaluasi jenis-jenis permintaan maaf yang ditawarkan perusahaan. Sebagian besar perusahaan mencoba untuk menghindari tanggung jawab, dan jenis pendekatan ini dipandang secara negatif oleh konsumen. Konsumen memberikan peringkat tertinggi kepada perusahaan yang berusaha mengurangi rasa tidak senang atas hasil keluhan konsumen dan memberikan alasan untuk tindakan tersebut.

Para penulis riset ini menyarankan agar perusahaan menggunakan permintaan maaf secara strategis sehingga mereka dengan akurat dapat menjelaskan penyebab dan hasil dari peristiwa negatif yang menyebabkan keluhan. Permintaan maaf yang diajukan perusahaan merupakan sumber informasi yang penting bagi para konsumen ketika mereka memutuskan tindakan mana yang akan diambil untuk mengoreksi kesalahan yang sudah terjadi. Tentu saja, para konsumen tidak selalu benar dan perusahaan tidak selalu salah, sehingga kadang-kadang penjelasan yang sopan dapat menjernihkan kesalahpahaman.

Rekomendasi manajerial
unutk menjamin bahwa konsumen menerima informasi yang mencukupi untuk mengambil keputusan ,dibuatlah informasi berikut:
rekomendasi 1 : lakukanlah riset yang diperlukan untuk mengidentifikasikan atribut penting yang digunakan oleh konsumen untuk mengevaluasi merek
rekomendasi 2 : berilah informasi yang bermanfaat mengenai sejauh mana setiap merek memiliki masing masin atribut
rekomendasi 3 : berilah informasi mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi arti penting setiap atribut
rekomendasi 4 : bantulah konsumen dalam mempersempit pilihan mereka dengan mengidentifikasikan tingkat minimum yang layak dari setiap atribut dan mengelimasi alternatif yang tidak memenuhi kriteria

Rabu, 06 Oktober 2010

strategi pemasaran dan perilaku konsumen di Perusahaan YAMAHA

Pasar sepeda motor di Indonesa termasuk yang paling besar di dunia, setelah negera China dan India. Sebab itulah para pemain sepedamotor dunia menganggap pasar Indonesia sebagai pasa yang sangat penting.

Dalam beberapa tahun terakhir ini kita menyaksikan sebuah pertarungan yang sangat keras dan menarik antara produk Yamaha dan Honda. Setelah bertahun-tahun menguasai pangsa pasar dengan meyakinkan, kejayaan Honda tampaknya mulai terenggut dan siap-siap menyerah diserbu oleh produk Yamaha.

Fenonema keberhasilan Yamaha menggeser Honda memang sebuah kejadian yang sangat menarik dilihat dari perspektif strategi pemasaran. Tak pelak strategi pasa Yamaha untuk mengalahkan Honda ini dimulai semenjak mereka sukses memperkenalkan sepeda motor otomatis bermerk Mio. (Jika Anda ingin mendapatkan slide presentasi yang bagus tentang strategi pemasaran, silakan KLIK DISINI ).

Saat itu, pasar skutik memang sama sekali baru buat konsumen Indonesia. Yamaha melihat bahwa inilah salah satu peluang terbaik untuk merebut pasar sepeda motor di Indonesia. Ketika Yamaha mulai memperkenalkan Mio, sang penguasa pasar Honda tenang-tenang saja. Atau mungkin Honda mengalami semacam rasa percaya diri yang berlebihan. Orang menyebutnya sebagai danger of complacency atau puas diri yang berlebihan.

Saat itu Honda tak mau mengambil resiko menjadi pioner dalam pasar skutik. Alasannya adalah skutik merupakan produk baru yang masih asing di kalangan konsumen sepeda motor Honda. Lebih dari itu, Honda sendiri sudah merasa sangat nyaman dengan produk sepeda motor dua tak-nya yang sangat merajai pasar. Kalau mereka menjadi pioner pasar skutik, mereka takut ini justru bisa memakan pangsa pasar motor mereka sendiri.

Sebaliknya, Yamaha merasa nothing to lose. Produk sepeda motor konvensional mereja masih kalah jauh dengan Honda saat itu. Jadi mereka pikir tak ada salahnya menjadi pioner dalam pasar skutik. Begitulah akhirnya mereka meluncurkan sepeda motor Mio. Tanpa diduga oleh Honda, produk Mio ini mengalami sukses yang sangat besar. Bukan hanya itu. Mio telah membentuk pasar baru, yakni pasar skutik. Dan konsumen tanah air pun merasa skutik adalah pilihan motor yang bagus.
Akhirnya pasar skutik terbentuk dan pelan-pelan membesar, sejalan dengan laju penjualan Mio yang kian meningkat. Mio akhirnya menjadi raja dalam pasar skutik Indonesia. Inilah salah satu momen yang membuat brand Yamaha terdongkrak naik. Mio telah menyelamatkan dan sekaligus meningkatkan brand Yamaha dikalangan konsumen Indonesia.

Cerdiknya, Yamaha langsung menggunakan kesempatan ini untuk juga mendorong penjualan sepeda motor mereka yang kini juga telah menggunakan mesin empat tak. Merek Jupiter dan Vega didorong, sejalan dengan meningkatkan brand Yamaha di kalangan konsumen. Alhasil dua produk ini juga mengalami keberhasilan dalam pasar sepeda motor di Indonesia.

Pelan-pelan dengan beragam varian produk itu, Yamaha bisa menggeser kejayaan Honda dalam pasar sepeda motor di Indonesia.



sumber : http://rajapresentasi.com/2009/09/strategi-pemasaran-yamaha/

perilaku konsumen indomie nusantara

Perilaku konsumen indomie selera nusantara (kasus mahasiswa di bogor)/ -- 2004
Consumer Behaviour of Indomie Selera Nusantara (Case: Student of Universities in Bogor)

Oleh : Henry Sumurung Octavian, MB-IPB
Dibuat : 2008-10-07



HENRY SUMURUNG OCTAVIAN, 2004, Perilaku Konsumen Indomie Selera Nusantara (Kasus Mahasiswa di Bogor). Di bawah bimbingan MA'MUN SARMA dan M.D. DJAMALUDIN.

Indonesia sebagai negara berpenduduk besar telah menempatkan industri pangan sebagai industri yang strategis baik dalam penyerapan pasar maupun penyediaan sumber daya. Keragaman budaya dari ratusan suku bangsa yang tersebar di luasan wilayah kepulauan Indonesia merupakan warisan leluhur yang sangat bernilai tinggi. Perilaku makan merupakan bagian penting pula dari adat istiadat di banyak suku Bahkan makanan telah menjadi simbol kebudayaan dan berpotensi menjadi bagian budaya nasional.

Tuntutan akan kecepatan dan kepraktisan yang hampir menyentuh seluruh aspek kehidupan dan kelompok masyarakat melahirkan budaya instan termasuk pada budaya makanan instan. Salah satu jenis makanan instan yang cukup popular adalah mi instan. Keberadaan mi instan di Indonesia dirasakan cukup fenomenal sejak diperkenalkan tahun 1969 telah mengalami lonjakan tingkat konsumsi yang cukup tinggi yaitu 43 bungkus/kapita/tahun di tahun 2000.

Indomie sebagai pemimpin pasar mi instant, dari sekitar 30 pemain, telah melakukan banyak terobosan dalam menjaga keutuhan pangsa dan bahkan meningkatkannya. Persaingan Indomie akan lebih diarahkan pada persaingan dengan produk pemium dan impor. Salah satu produk Indomie yang diluncurkan PT ISM (Indofood Sukses Makmur, Tbk) dalam program LIntas Budaya Nusantara adalah Indomie Selera Nusantara (ISN). ISN merupakan hasil dari pengembangan produk yang mengangkat cita rasa makanan khas daerah di Indonesia.

Berdasarkan kondisi tersebut di atas maka penelitian ini dilakukan untuk (1) mengidentifikasikan pola konsumsi konsumen mahasiswa terhadap ISN; (2) menganalisiskan faktor-faktor yang mempengaruhi sikap konsumen mahasiswa terhadap atribut-atribut ISN; (3) menganalisis hubungan pola konsumsi ISN dengan selera makanan daerah

Metode penelitian yang digunakan untuk mencapai tujuan penelitian tersebut yaitu dengan menggunakan metoda survey. Data diambil melaui contoh konsumen yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu (judgment non probability sampling) Adapun kriteria contoh adalah mahasiswa/i, konsumen makanan khas daerah dan mi instan serta merupakan pembuat keputusan dalam konsumsi mi instan.

Hasil survey penelitian terhadap 140 responden menunjukkan bahwa sebagian besar contoh konsumen ISN adalah berpengeluaran rata-rata per bulan dibawah Rp 500.000,-, bertempat tinggal di indekost

Perilaku konsumsi makanan khas daerah menunjukkan pola yaitu tingkat frekuensi konsumsi yang tidak menentu (82,1%), cara memperoleh makanan khas daerah melalui kombinasi antara membuat, membeli dan acara-acara khusus (44,3%). Sebagian besar responden menyukai makanan khas berjenis lauk (36,4%) dan sebanyak 45,4% mengkonsumsinya sebagai makanan selingan. Jenis makanan yang paling banyak dikonsumsi adalah jenis makanan rebusan (39,8%). Adapun alasan mengkonsumsi makanan khas daerah adalah dikarenakan cita rasa yang terdapat pada makanan tersebut (86,76%). Sebanyak 40,7% responden terkadang merasakan kesulitan dalam memperoleh makanan khas daerah

Perilaku kosumsi ISN menunjukkan pola yaitu terdapat jumlah yang sama pada konsumen yang mengkonsumsi sedikit dan konsumen yang mengkonsumsi banyak (34,3%). Sebagian besar responden mengkonsumsi jenis rasa tertentu (59,3%). Dasar pertimbangan konsumsi sebagian besar responden adalah situasi dan kondisi saat proses pembelian (35%). Sebanyak 72,3% responden mengetahui atau menyadari keberadaan iklan ISN.

Hubungan antara perilaku konsumsi makanan khas daerah dan konsumsi ISN dengan menggunakan metode tabulasi silang dan uji asosiasi Chi-Square umumnya menunjukkan tidak adanya hubungan diantara kelompok variabel perilaku konsumsi makanan khas daerah dan variabel perilaku konsumsi ISN.

Melalui metoda Cochran Q-test dengan proses empat kali iterasi maka 18 atribut yang ada dirasakan hanya sebelas atribut yang dianggap penting yaitu harga, rasa, bobot, kandungan gizi, aroma, kesegaran, daya tahan, pengolahan, ketersediaan produk, pelengkap tambahan dan sertifikasi kualitas. Selanjutnya kesebelas atribut tersebut dianalisa menggunakan analisis sikap multiatribut Fishbein. Analisis tersebut menghasilkan nilai 142,85 yang memiliki arti netral. Kenetralan nilai sikap mutiatribut Fishbein memberikan gambaran bahwa atribut-atribut ISN tidak memberikan kesan yang cukup positif maupun negatif pada benak responden.

Pemetaan atribut berdasarkan lima wilayah rasa ISN (Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Indonesia Bagian Timur) menggunakan metoda analisis Biplot menunjukkan hanya dua wilayah rasa (Sumatera dan Jawa) yang memiliki keungulan atribut yang diuji yaitu Sumatera pada kelompok atribut pertama dan Jawa pada kelompok atribut kedua. Adapun kelompok atribut pertama yaitu atribut rasa, harga, bobot, ketersediaan, daya tahan, sertifikasi dan aroma. Sedangkan kelompok atribut kedua yaitu pelengkap, kesegaran dan gizi

Berdasarkan hasil analisis-analisis tersebut di atas maka dapat ditinjau ulang (review) penetapan STP (Segmentation. Targeting. Positioning) ISN dan konsep produk yang menjadi ekspektasi konsumen.